Refleksi Kuliah Filsafat Ilmu Oleh Prof.
Dr.Marsigit,MA pada hari Jumat, 17 Oktober 2014
Berfilsat
itu lembut, bergerak, memantul, berakar, berhubungan, bertingkat tingkat, dan
berdimensi. Filsafat dibangun sesuai dengan prinsip hidup. Dia mengalir,punya
kelebihan dan kekurangan. Bisa sakit dan sehat. Yang paling pokok dari filsafat
yang sehat adalah hidup yang sehat. Kalau hidup sehat maka bisa membangun filsafat
yang sehat. Artinya filsafat tidak berjarak dengan hidup. Filsafat juga tidak
berjarak dengan diri kita. Oleh karena itu sebenar benar filsafat adalah diri
kita sendiri.
Dalam
filsafat utk konteks tertentu memiliki perbedaan. Bagi orang Barat filsafat
merupakan pola fikir. Sedangkan bagi orang timur, filsafat adalah mencari
kesempurnaan hidup. Manusia makhluk sempurna di dalam ketidaksempurnaan nya. Maka
tiadalah mampu manusia itu mencari kesempurnaan hidup melainkan hanya berusaha
karena manusia menyadari yang maha sempurna adalah Tuhan.
Filsafat
tidak boleh diabaikan karena artinya kita akan mengabaikan fikiran. Tetapi
tidak juga bisa di paksakan karena bisa jadi sakit. Oleh karena itu, karena
filsafat menjadi bagian dari diri kita, kenalilah objek,metode,dan batas
batasannya. Batasan dalam filsafat adalah : etik dan estetika. Kalau di intesifkan ke atas memuat spiritualitas.
Filsafat jika dianalogikan fikiran maka merujuk kepada dunia. Sedangkan
filsafat spiritual berada di dalam hati. Jadi bisa juga dikatakan bahwa
batasaan filsafat adalah hati. Jadi hati bisa mendeteksi batas fikiran kita. Sehebat
apapun dunia kita jangan sampai meronngrong iman kita tetapi sebaliknya belajar
filsafat justru diharapkan dapat menyuburkan spiritual dan memperkokokh
keyakinan kita.
Karektiristik
filsafat adalah berfikir, utk bisa berfikir maka harus membaca. Sebenar benar
filsafat adalah yang ada dan mungkin ada. Jadi dengan cara membaca dan
mengenali yang ada dan mungkin ada merupakan akar dari belajar belajar filsafat.
Filsafat adalah manajemen ruang dan waktu. Tidak peka
terhadap ruang dan waktu merupakan penyakit filsafat. Filsafat memperjuangkan
yang ada dan yang mungkin ada dalam pikiran kita. Satu dengan yang lain
merupakan thesis dan anti thesis. Filsafat memperbincangkan segala sesuatu.
Menginteraksikan antara thesis dan anti thesis, karena obyek filsafat adalah
yang ada dan yang mungkin ada. Mesir merupakan thesis dari orang Yunani dan
orang Yunani merupakan anti thesis dari orang Mesir. Kesadaran berfilsafat sangat
lembut sekali. Pusat budaya adalah kerajaan, yang mengajarkan forma atau tata
cara.
Esensi filsafat, dari awal hingga akhir pada intinya
kita belajar adab dalam
berfilsafat, dan berpikir sesuai ruang dan waktu. Setiap individu menepati ruang dan waktu masing – masing. Tergantung
individu masing – masing dalam memanfaatkan ruang dan waktu sebagai kesempatan
hidup. Adanya ketidaktepatan ruang dan waktu berakibat siapa yang berkuasa
dialah yang berhak bicara. Filsafat tidak hanya olah pikir orang biasa, dalam
artian harus profesional, yang mempunyai kesadaran dalam setiap multi dimensi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar