(Refleksi Kuliah Prof. Dr. Marsigit, M.A , Jumat 03 Oktober 2014)
Filsafat adalah
manajemen ruang dan waktu. Tidak peka terhadap ruang dan waktu merupakan
penyakit filsafat. Filsafat memperjuangkan yang ada dan yang mungkin ada dalam
pikiran kita Tiadalah yang ada dan mungkin ada tidak menempus ruang dan
waktu. Dimensi ruang dan waktu diantaranya meliputi material,formal, normatif
dan spiritual. Setiap yang ada dan
mungkin ada punya struktur tersebut dan berhak menembus ruang dan waktu . Batu
sekalipun dapat menembus ruang dan
waktu. Ketika batu dipegang berwujud benda maka batu berfungsi sebagai
marterial. Jika batu digunakan untuk pembatas pekarangan,batas wilayah sehingga
berkekuatan hukum maka batu masuk ke dimensi formal. Batu yang digunakan orang
Yunani untuk menghitung jarak dengan menjatuhkan batu setiap satu putaran roda
beralih fungsi menjadi normatifnya batu. Sementara batu yang digunakan sebagai
tasbih menembus ruang spiritual.
Apalagi manusia yang mempunyai
ikhtiar dan takdir (fatal dan fital) pasti selalu menembus ruang dan waktu.
Maka hidup dalam filsafat dapat didefinisikan menembus ruang dan waktu. Hidup
yang berhasil adalah keberhasilan menembus ruang dan waktu. Ada nya teknlogi
seperti pesawat terbang, kereta api, bus, dan kendaraan lainnya adalah media
untuk memanipulasi metodologi menembus ruang dan waktu. Sehingga metode
menempus ruang dan waktu manusia tidak lah prematur atau terbatas pada kemampuan dasar seperti berjalannya keong, tetapi
lebih dari itu. Sejatinya menembus ruang dan waktu lebih dari sekedar perjalan
manusia dari satu tempat ke tempat yang lain. Kata- kata yang akan dikatakan
atau yang mungkin akan dikatakan juga menembus ruang dan waktu. Ketika kita berada di rung kelas akan mengajar
anak anak tentu akan berbeda kata – katanya waktu menghadap kepala sekolah.
Esensi
filsafat, dari awal hingga akhir pada intinya kita belajar adab dalam
berfilsafat, dan berpikir sesuai ruang dan waktu. Setiap individu menempati
ruang dan waktu masing – masing. Tergantung individu masing – masing dalam memanfaatkan
ruang dan waktu sebagai kesempatan hidup. Adanya ketidaktepatan ruang dan waktu
berakibat siapa yang berkuasa dialah yang berhak bicara. Filsafat tidak hanya
olah pikir orang biasa, dalam artian harus profesional, yang mempunyai
kesadaran dalam setiap multi dimensi. Cita cita
berfilsafat adalah Harmoni menembus ruang dan waktu yaitu kedekatakan kita
kepada sang pencipta, kesempurnaan absolut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar