Kamis, 09 Oktober 2014

HARMONI MENEMBUS RUANG DAN WAKTU

(Refleksi Kuliah Prof. Dr. Marsigit, M.A , Jumat 03 Oktober 2014)


      Filsafat adalah manajemen ruang dan waktu. Tidak peka terhadap ruang dan waktu merupakan penyakit filsafat. Filsafat memperjuangkan yang ada dan yang mungkin ada dalam pikiran kita Tiadalah yang ada dan mungkin ada tidak menempus ruang dan waktu. Dimensi ruang dan waktu diantaranya meliputi material,formal, normatif dan spiritual.  Setiap yang ada dan mungkin ada punya struktur tersebut dan berhak menembus ruang dan waktu . Batu sekalipun  dapat menembus ruang dan waktu. Ketika batu dipegang berwujud benda maka batu berfungsi sebagai marterial. Jika batu digunakan untuk pembatas pekarangan,batas wilayah sehingga berkekuatan hukum maka batu masuk ke dimensi formal. Batu yang digunakan orang Yunani untuk menghitung jarak dengan menjatuhkan batu setiap satu putaran roda beralih fungsi menjadi normatifnya batu. Sementara batu yang digunakan sebagai tasbih menembus ruang spiritual. 

    Apalagi manusia yang mempunyai ikhtiar dan takdir (fatal dan fital) pasti selalu menembus ruang dan waktu. Maka hidup dalam filsafat dapat didefinisikan menembus ruang dan waktu. Hidup yang berhasil adalah keberhasilan menembus ruang dan waktu. Ada nya teknlogi seperti pesawat terbang, kereta api, bus, dan kendaraan lainnya adalah media untuk memanipulasi  metodologi  menembus ruang dan waktu. Sehingga metode menempus ruang dan waktu manusia tidak lah prematur atau terbatas pada  kemampuan dasar seperti berjalannya keong, tetapi lebih dari itu. Sejatinya menembus ruang dan waktu lebih dari sekedar perjalan manusia dari satu tempat ke tempat yang lain. Kata- kata yang akan dikatakan atau yang mungkin akan dikatakan juga menembus ruang dan waktu. Ketika kita berada di rung kelas akan mengajar anak anak tentu akan berbeda kata – katanya waktu menghadap kepala sekolah.  

    Esensi filsafat, dari awal hingga akhir pada intinya kita belajar adab dalam berfilsafat, dan berpikir sesuai ruang dan waktu. Setiap individu menempati ruang dan waktu masing – masing. Tergantung individu masing – masing dalam memanfaatkan ruang dan waktu sebagai kesempatan hidup. Adanya ketidaktepatan ruang dan waktu berakibat siapa yang berkuasa dialah yang berhak bicara. Filsafat tidak hanya olah pikir orang biasa, dalam artian harus profesional, yang mempunyai kesadaran dalam setiap multi dimensi. Cita cita berfilsafat adalah Harmoni menembus ruang dan waktu yaitu kedekatakan kita kepada sang pencipta, kesempurnaan absolut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar